Lomba Menulis
Lomba Menulis
Teman-teman, mau dapat hadiah 10 juta? Ingin mengikuti pelatihan penulisan gratis sambil jalan-jalan budaya di kota Jogjakarta? Nah, Tuangkan gagasanmu lewat tulisan dengan mengikuti lomba menulis (esai). Temanya gampang: “KITA PEDULI”
Tema ini dibagi menjadi tiga subtema di mana kamu bebas memilih yang menurut kamu menarik untuk kamu kupas.
- Negara Maritim.
Indonesia terdiri atas ribuan pulau-pulau yang disatukan oleh laut. Walaupun mengaku dirinya sebagai negara agraris, sebenarnya potensi laut Indonesia sangat besar. Banyak hal bisa kita cermati, seperti:
- Nah, katanya laut Indonesia kaya, entah ikan, mutiara, biota laut, dan sebagainya. Tapi, tapi kok nelayannya miskin semua yah?
- Ternyata pembangunan kurang dinikmati oleh saudara-saudara kita di daerah perbatasan dengan negara lain, khususnya yang berbatasan dengan laut Indonesia. Coba mari kita lihat kehidupan mereka seperti apa?
- Miris nggak sih kalau kita mendengar kabar bahwa ada sebagian pulau-pulau kita dijual untuk pihak asing?
- Kita tahu, laut itu semacam harta karun bagi Indonesia. Di dalamnya, ada banyak kekayaan, seperti ikan, terumbu karang, mutiara, keragaman hayati. Tapi, semua itu akan musnah kalau kita tidak menjaga dan melestarikannya. Yuk, kita tulis bagaimana kiat untuk memberdayakan kekayaan laut ini dan bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
- Kita jengkel melihat ulah perusahaan yang doyan membuang limbah dan sampah ke laut. Selain membuat kehidupan di laut terancam mati, limbah dan sampah juga membuat laut tidak indah lagi. Mari kita bela laut dan seluruh kehidupan di dalamnya dengan melawan pencemaran.
- Siapa yang tidak butuh uang. Uang tak jarang membuat orang bertindak jalan pintas. Salah satunya, mencuri. Nah, tahu gak, laut kita sering kecolongan oleh para pencuri loh. Ayo kita jaga bersama laut kita dari para pencuri tersebut.
Ketika kekayaan laut Indonesia justru dinikmati oleh bangsa lain
- Kurangnya perhatian dari pemerintah membuat laut dan potensinya sering diabaikan. Nah, dalam kondisi ini, banyak orang kaya (investor) dari negara asing menanamkan modalnya di sini. Akibatnya, mereka mampu mengeruk keuntungan justru di tanah air kita. Apa kita rela?
- Eksistensi masyarakat adat
Tahukan teman-teman, Indonesia terdiri dari lebih dari 700 kelompok etnis (suku bangsa). Yang kerap kita kenal suku Jawa, Batak, Madura, Sunda, dan sebagainya. Tapi pernahkah teman-teman mendengar suku Talang Mamak? Sakai? Bantik? Sebenarnya masih banyak lagi. Dan mereka hidup bersama dengan tata nilai dan adat istiadat tersendiri di dalam sebuah komunitas di sebuah wilayah tertentu. Merekalah yang disebut masyarakat adat. Nah, banyak hal bisa kita cermati, seperti:
- Bagaimana mempertahankan nilai adat dan kesenian daerah di tengah maraknya budaya popular (seperti Facebook, Mac Donald, MTV, dan sebagainya)
- Bagiamana persoalan pembeda-bedaan pengakuan oleh pemerintah terhadap masyarakat adat, misalkan kesulitan mereka mengurus KTP, Akta Perkawinan, ketika mereka memiliki keyakinan di luar agama-agama yang diakui Pemerintah.
- Mengapa orang muda jaman sekarang lebih menggemari musik-musik luar dari pada musik-musik daerah?
- Banyak perusahaan, entah pengeboran tambang, tembaga, emas, kayu, batubara, minya, beroperasi di wilayah masyarakat ada itu berada. Tapi, mengapa masyarakat adat itu selalu miskin padahal tanah mereka kaya, dan kenapa sering mereka dianggap tidak berbudaya, kenapa harta kekayaan dan budaya mereka dirampas?
- Kesetaraan gender. Kesetaraan gender berarti kesamaan peran bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-hak yang sama sebagai sesama manusia. RA Kartini, dulu berjuang keras agar anak-anak perempuan dapat bersekolah sama seperti anak laki-laki. Namun pada kenyataannya, di banyak kehidupan sekarang ini terdapat banyak kaum perempuan tidak dapat mendapatkan hak yang sama seperti anak laki-laki. Persoalannya bukan karena perempuan tidak mampu. Tapi, karena mereka terlahir sebagai perempuan. Nah, ayo kita kritisi lagi dengan tema-tema, seperti:
- Perempuan (entah itu ibu, istri, anak perempuan) sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
- Kekerasan terhadap perempuan juga bisa terjadi pada saat pacaran loh. Ada yang mau cerita?
- Di dunia yang serba laki-laki ini, bisakah perempuan jadi pemimpin?
- Salahkah perempuan bekerja? Persoalan perempuan dituntut untuk memiliki tanggung jawab di dalam rumah tangga dan bekerja. Perempuan selain masih mendapat beban bekerja tapi usai pulang kerja dia masih punya beban kerja mengurus rumah tangga padahal urusan ini bisa dibagi dengan suaminya. Tapi, kadang suami tidak mau karena rumah tangga itu urusan istri. Nah, gimana?
- Tapi, ada juga perempuan-perempuan yang mulai bangkit. Mereka membuat organisasi dan pergerakan. Ayo, kita telusuri jejak langkah mereka!
- Asal tahu saja, peraturan pemerintah daerah sering mengorbankan perempuan. Pemda sering mengatur kebebasan perempuan. Tapi, membiarkan laki-laki bebas.
- Perempuan juga sering mendapat ketidakadilan di dalam agama kita loh. Ayo, apa saja?
- Media-media sekarang masih suka mengeksploitasi tubuh perempuan, terkait pornografi dan sebagainya. Semua demi keuntungan semata dan bukan demi kebaikan hidup si perempuan.
- Lalu, kamu bisa melihat persoalan perempuan di lingkungan masyarakat adat?
Syarat Lomba
- Diikuti oleh Peserta Perorangan. Baik pelajar SMA, SMK atau yang setingkat dan mahasiswa (D3/S1).
- Tulisan berbentuk esai dan belum pernah dipublikasikan.
- Panjang tulisan maksimal 8.000 karakter (termasuk spasi) tidak termasuk halaman yang menjelaskan identitas peserta. Spasi rangkap dengan tipe huruf Times New Roman dengan font size 12.
Pengiriman tulisan
- Tulisan dikirim via pos ke alamat: Jl. Tebet Barat Dalam VII No. 19 Jakarta Selatan 12810, atau melalui email ke lombaesai@anbti.org
- Mencantumkan kode “Penulis” pada amplop luar di bagian kiri atas
- Batas waktu penerimaan tulisan di panitia pada 2 Juli 2010 cap pos.
- Tulisan disertai nama penulis, fotokopi bukti diri (KTP/Kartu Pelajar/ Kartu Mahasiswa), alamat lengkap sekolah/rumah, serta nomor telepon (sekolah/rumah/handphone).
Pemenang dan hadiah
- Panitia menetapkan Juara I, II, dan III pada masing-masing kategori (pelajar dan mahasiswa). Juara I, II, III masing-masing akan mendapatkan tabungan sebesar Rp 10 juta, Rp 7,5 juta, dan Rp 5 juta (pajak ditanggung panitia).
- Pengumuman tiga puluh penulis terbaik akan ditampilkan di www.anbti.org pada 24 Juli 2010.
- Tiga puluh penulis terbaik (pelajar dan mahasiswa, masing-masing 15 orang) akan mendapatkan pelatihan penulisan dan paket wisata ke Yogyakarta.
- Penentuan pemenang lomba (Juara I, II, dan III) akan diumumkan pada 28 Oktober 2010 dan ditampilkan dalam situs web ANBTI, www.anbti.org.
- Karya pemenang lomba dan 30 penulis terbaik (pelajar dan mahasiswa) akan diterbitkan dalam sebuah buku.
- Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Juri
Dewan juri terdiri dari:
- Ignatius Haryanto, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan
- Ayu Utami, Novelis
- Ratna Hapsari Rudjito, Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI)
Keterangan Lebih lanjut bisa di menghubungi panitia, Contact person : 021 94 59 55 26 (Malia)





- Google Plus One


- Facebook Like
- Log in or register to post comments



