Aksi Jalan Bersama HKBP Pondok Timur
Aksi Jalan Bersama HKBP Pondok Timur
Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Bekasi menggelar aksi jalan bersama menuju tanah milik mereka di Ciketing, Kelurahan Mustika jaya, Bekasi. Aksi tersebut dilaksanakan pada Minggu, 22 Agustus 2010 mulai pukul 08.00.
Sebanyak 300 jemaat berjalan dari rumah ibadah lama yang telah disegel oleh pemerintah kota Bekasi di jalan Puyuh Raya. Dimpin oleh sejumlah pendeta dari distrik Bekasi mereka berjalan sejauh 2 kilo meter. Pada Barisan depan terdiri dari pendeta Luspida Simanjuntak dan beberapa pendeta HKBP dari berbagai gereja di wilayah Bekasi.
Menurut Pendeta Erwin Marbun aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yaitu tanggal 15 Agustus, sebelumnya jemaat HKBP telah melaksanakan ibadah dan aksi di depan Monumen Nasional. Kami akan terus beribadah di tanah kami sampai kapan pun, dan kali ini merupakan aksi bersama seluruh jemaat dalam terus memperjuangkan hak mereka beribadah.
Semantara dukungan datang dari beberapa gereja HKBP di sekitar Bekasi, mereka mengatakan tidak ada seorang pun yang berhak melarang mereka beribadah, karena itu adalah hubungan pribadi dengan Tuhan. Bahkan bila pelarangan dan kekerasan masih terjadi seperti pada tanggal 8 Agustus lalu, jemaat akan melaksanakan aksi diam. Karena berdoa bisa juga dalam hati, dan itu tidak bisa dilarang oleh situasi apapun.
Jemaat HKBP hari ini telah menggelar ibadah di tanah mereka dengan pangawalan polisi seperti biasanya. Beberapa jemaat terlihat menitikkan air mata ketika pendeta mengajak mereka berdoa salah satu hal yang mereka doakan adalah kemerdekaan untuk beribadah bagi setiap orang. Bahkan jemaat melakukan doa untuk para penyerang jemaat HKBP pada tanggal 8 Agustus lalu.
Sementara itu sejumlah warga menonton ibadah yang dilaksanakan. Terlihat beberapa pria anggota ormas Islam disekitar tempat ibadah HKBP, namun mereka hanya berdiri dan mengawasi pelaksanaan ibadah.
Hari ini polisi masih berjaga tapi sampai kapan mereka akan bertahan disana? Sampai kapan juga ormas Islam tersebut tidka melakukan penyerangan? Mungkin selepas ramadhan ini mereka akan kembali menjadi diri mereka, yaitu melakukan kekerasan dan pelarangan lagi.
Segala upaya untuk mencari keadilan dinegeri ini telah dilakukan oleh jemaat HKBP, hingga pada puncaknya mereka menggelar aksi di Monas. Sampai kapan hak mereka di bungkam dan dikebiri?
Jemaat HKBP tetap akan bertahan untuk terus beribadah sampai kapanpun, dan hanya Tuhan yang bisa melarang mereka berdoa, ujar beberapa jemaat. (agnes dwi)





- Google Plus One


- Facebook Like
- Log in or register to post comments


