HKBP Pondok Timur Masih Beratap Langit
HKBP Pondok Timur Masih Beratap Langit
Perkembangan kasus HKBP Pondok Timur
Bekasi (ANBTI), Minggu 5 September 2010, jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pondok Timur Bekasi kembali melakukan ibadah di tanah kosong mereka di Ciketing. Umat melakukan perjalanan kurang lebih 2 kilometer dari tempat ibadah lama di jalan Puyuh Raya. Perjalanan menuju tempat ibadah tiap minggu menjadi hal yang selalu ditunggu-tunggu. Karena perkembangan kasus HKBP sampai saat ini belum menemukan penyelesaian.
Tiap minggu jemaat HKBP selalu menunggu dengan rasa khawatir apa saja yang akan mereka alami hari ini. “Kami tidak pernah bisa tahu apa yang akan kami alami hari ini, tapi kami percaya Tuhan akan menjaga kami” tutur salah seorang jemaat.
Pada ibadah minggu ini, pendeta Luspida Simanjuntak absen karena ada keperluan diluar kota. sementara ibadah dipimpin oleh Pendeta Esron Tampubolon, MTh dari distrik Bekasi. Dalam pesannya Pdt. Esron menyampaikan jemaat HKBP untuk mampu melihat perbedaan dan janganlah menjadikan perbedaan itu sebagai halangan untuk berbuat baik. Jemaat diharapkan agar umat saling menjaga hubungan baik meskipun berbeda keyakinan, suku dan agama dengan sesama manusia.
Dibawah pohon rambutan yang menjadi pusat ibadah, sekitar 750 orang jemaat khusuk berdoa. Mereka tetap beratap langit dan berlantai tanah. Bahkan disamping lahan milik HKBP, terdapat tumpukan sampah yang sengaja dibuang disana dengan aroma yang sangat tidak sedap. Jemaat sepertinya mulai terbiasa disapa terik matahari yang menyengat, ataupun disambut tatapan tidak ramah dari beberapa pria yang hadir disana.
Memang tidak muncul lagi kelompok pelaku kekerasan di Ciketing beberapa saat lalu, namun beberapa pria berpenampilan sama seperti pelaku penolakan jemaat HKBP berdiri mengawasi ibadah mingguan HKBP. Sementara polisi terlihat berkumpul di beberapa sudut, bahkan ada yang sedang berkumpul di warung sambil minum kopi.
Minggu ini jemaat HKBP mendapat dukungan perwakilan jemaat HKBP dari berbagai wilayah di Bekasi dan Jakarta. Jemaat hanya berharap bahwa keinginan mereka untuk beribadah segera terwujud di negara yang demokrasi ini.
Tentunya harapan tersebut mengalir tulus disetiap hati seluruh warga negara yang mengharapkan jaminan beribadah serta keamanan. Melihat kenyataan ini, sungguh menjadi hal yang sangat miris bila kenyataan bahwa pengingkaran konstitusi dan undang-undang itu masih terus terjadi.
Lebaran sebentar lagi, puasa akan usai dan kita akan kembali melihat apakah anarkisme akan kembali merajai tiap hati dari ormas Islam di Bekasi. Apakah puasa ini akan mengubah perilaku mereka? Entahlah..yang pasti kita akan menunggu lebaran usai..(Agnes Dwi)





- Google Plus One


- Facebook Like
- Log in or register to post comments


